Wajib Haji
1. Niat Ihram dari Miqat.
Miqat dapat diartikan batas waktu (miqat zamani) atau batas
tempat (miqat makani). Dalam hal ini yang dimaksud dengan niat ihram dari miqat
adalah niat ihram harus dilakukan pada masa dan di tempat miqat yang telah
ditentukan oleh Rasullah SAW.
Bagi jamaah haji dari luar kota Mekkah diwajibkan melaksanakan
niat ihramnya ditempat miqat atau pada saat melewati miqat tersebut. Bila hal
ini tidak dilakukan , maka wajib baginya membayar Dam, baik disengaja
maupun tidak disengaja . dalam hal ini Dam-nya adalah menyembelih kambing di
tanah suci (Mekkah) dan dibagikan untuk orang-orang miskin di kota tersebut.
Tempat-tempat miqat tersebut adalah :
1. Al-Juhfah
2. Dzatu
Irqin
3. Dzul
Hulaifah atau Bir Ali
4. Yalamlam
5. Qarnul
Manazil.
Untuk jamaah haji yang datang dari Indonesia dengan pesawat
langsung menuju Mekkah, maka miqatnya adalah Dzatul Irqin atau garis sejajar diatas
tempat tersebut. Bagi jamaah yang menuju ke Madinah, maka wajib miqatnya dari
Dzul Hulaifah (Bir Ali’).
2. Berpakaian Ihram
Bagi jamaah haji yang akan berihram diwajibkan mengenakan
pakaian ihram. Bagi laki- laki pakaian ihromnya adalah dua lembar kain
yang tidak berjahit, satu lembar untuk menutup bagian bawah dan satu untuk
menutup bagian atas tubuhnya. Tidak diperkenankan mengenakan pakaian selain 2
lembar kain tersebut termasuk pakaian dalam. Tidak diperkenanan pula bagi
laki-laki mengenakan sepatu atau sandal yang menutupi mata kaki.
Sedangkan pakaian ihrom bagi kaum wanita adalah busana
muslimah yang menutupi aurat kecuali muka dan pergelangan tangan.
3. Bermalam (Mabit) di Muzdalifah.
Pada saat jamaah meninggalkan Arafah menuju Mina, maka wajib
terlebih dahulu bermalam di Muzdalifah. Waktu bermalam di Muzdalifah ini adalah
malam hingga sesaat sesudah sholat shubuh sebelum matahari terbit. Bagi wanita
dan orang-orang tua yang lemah diperbolehkan meninggalkan Muzdalifah sesudah
tengah malam.
Amalan sunnah yang menyertai mabit di Muzdalifah ini adalah :
1. Menjama’
takhir dan qashar sholat Maghrib dan Isya’ setelah sampai di Muzdalifah sebelum
tengah malam.
2. Banyak
berdzikir dan berdoa.
3. Mengumpulkan
batu kerikil untuk jumrah bila berkesempatan.
4. Sholat
subuh di sana sebelum berangkat melanjutkan perjalanan ke Mina.
4. Bermalam (Mabit) di Mina.
Pada saat sampai di Mina pada hari Nahar dan Tasyriq, maka
diwajibkan bagi jamaah untuk bermalam di Mina pada malam ke-11 dan 12 untuk
yang menginginkan 2 malam (Nafar Awwal), atau malam ke-11, 12 dan 13 untuk yang
menginginkan 3 hari (Nafar Tsani), yang merupakan keutamaan.
5. Melontar Jumroh.
Bagi jamaah haji diwajibkan melempar batu-batu kecil terhadap
3 tugu, yang disebut :
1. Jumrotul
Ula.
2. Jumrotul
Wustho’.
3. Jumrotul
Aqobah.
Melontar Jumroh ini ada 3 tahap untuk Nafar Awwal dan 4 tahap
untuk Nafar Tsani.
Tahap 1 :
Melempar Jumrotul Aqobah saja pada hari Nahar (tanggal 10)
dengan 7 buah batu satu persatu. Waktu yang paling baik adalah waktu
Dhuha. Tidak mengapa bila terpaksa hingga sore hari.
Tahap 2 :
Melempar Jumrotul Ula, dilanjutkan melempar Jumrotul Wustho,
dan dilanjutkan melempar Jumrotul Aqobah, secara beruntun, masing-masing 7 kali
lemparan pada hari Tasyriq (11 Dzulhijjah). Waktunya sesudah Dzuhur.
Tahap 3 :
Melempar seperti tahap 2 untuk hari Tasyriq (12
Dzulhijjah).
Tahap 4 :
Melempar seperti tahap 2 untuk hari Tasyriq (13 Dzulhijjah).
6. Menyembelih qurban bagi yang berhaji
Tamattu’ dan haji Qiran.
7. Thawaf Wada’.
Thawaf Wada adalah thawaf yang dilakukan ketika jamaah haji
atau umrah akan meninggalkan kota Mekkah sesudah selesai melaksanakan ibadah
haji dan umrahnya. Thawaf ini tanpa disetai Sa’i.
“Janganlah seseorang diantara kamu pulang
melainkan akhir yang dilakukannya adalah thawaf di Baitullah. “ (H.R.
Muslim).
Bagi wanita nifas dan haid tidak diwajibkan melakukan thawaf
Wada’ ini.
8. Tidak melanggar larangan ihrom.
Adapun larangan ihrom yang wajib diikuti adalah :
1. Tidak
berkata cabul, kefasikan atau berdebat.
2. Tidak
mencabut atau menggunting/mencukur bulu atau rambut di badan.
3. Tidak
memotong kuku, tidak memakai wangi-wangian (termasuk sabun atau
bedak yang mengandung parfum).
4. Tidak
memakai sepatu dan menutup kepala bagi laki-laki.
5. Tidak
memakai kaos tangan untuk wanita.
6. Tidak
boleh bermesraan suami-istri, tidak boleh meminang, dipinang,
menikah atau dinikahkan.
7. Tidak
boleh berburu.
8. Tidak
mencabut/memotong tanaman.

Komentar
Posting Komentar